Rabu, 13 Februari 2013

Sejarah sistem informasi

-->
ASS.WR.WB
Pada awal perkembangan komputer, dimana belum ada sistem operasi, semua operasi komputer dilakukan secara manual menggunakan panel kontrol oleh para ahli.
  sistem operasi dikembangkan secara bertahap untuk mengotomatisasi hal-hal yang tadinya harus dilakukan secara manual. Selain itu sistem operasi menyembunyikan detil operasi perangkat keras serta menyediakan antarmuka operasi yang lebih sederhana dan mudah dimengerti oleh pengguna. Dengan kata lain, sistem operasi melakukan abstraksi bagi pengguna terhadap pengaksesan sumber daya komputer.
 Dengan adanya sistem operasi, pengguna hanya melihat komputer sebagai mesin yang dapat menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, seperti memutar lagu, melakukan perhitungan matematis. Pengguna tidak perlu tahu bagaimana sesungguhnya mekanisme kerja internal komputer seperti :
  a. menyalin kode instruksi program ke memori.
  b. melakukan perhitungan diprocessor.
  c. menyimpan data ke suatu alamat disk
  d. bagaimana caranya data-data dikirim ke printer 
                lewat kabel paralel.
 Pada sistem komputer dimungkinkan beberapa job dijadwal secara bergantian untuk menggunakan processor. Sumber daya komputer dibagi pakai oleh job-job tersebut. Caranya adalah dengan melakukan multipleks (multiplexing) pada pengguna sumber daya, baik dari segi waktu maupun ruang.
  Contoh sumber daya yang dimultipleks secara waktu adalah processor dan printer. Multi programing pada processor tunggal dicapai dengan melakukan alokasi processor kepada masing-masing job secara bergantian. Setiap kali terjadi pergantian job, status eksekusi dari job sebelumnya harus disimpan sehingga jika eksekusi kembali lagi kepadanya, job tersebut dapat melanjutkan eksekusinya dari keadaan terakhirnya. Ini merupakan tugas sistem operasi.
 Contoh sumber daya yang dimultipleks secara ruang adalah memori dan disk. Ruang memori dipartisi untuk menyimpan beberapa job secara bersamaan. Sistem operasi harus memastikan program yang satu tidak menulis atau memodifikasi  partisi memori job lainnya. Selain itu, disk yang sama digunakan untuk menyimpan berkas-berkas yang berbeda. Penyimpanan berbagai berkas di disk butuh dilakukan secara baik sehingga mudah dibaca kembali dan tidak saling tumpang tindih. Inipun menjadi tanggung jawab sistem operasi.
 Sejarah Perkembangan SO
1.Generasi ke-nol (1940)
Komponen utama tabung hampa udara
Sistem komputer belum menggunakan Sistem Operasi
Semua operasi komputer dilakukan secara manual melalui plugboard, dan hanya bisa digunakan untuk menghitung +, - , dan *
   2. Generasi Pertama (1950)
Komponen utama transistor
Input memakai punch card
3. Generasi Kedua (1960)
Komponen utama IC
Berkembang konsep :
1.Multiprogramming
2.Multiprocessor
   3.Spooling
4.Device Independence
5.Time Sharing
6.Real time system
4. Generasi Ketiga (1970)
VLSI (Very-large-scale integration)
    Proses pembuatan IC dengan kombinasi ribuan transistor dalam satu chip.
Konsep Generals Purpose System
5. Generasi Keempat (pertengahan 1970- sekarang)
PC makin populer
Sistem Operasi untuk jaringan
User Interface semakin user friendly

 
Fungsi dan Sasaran
  Sistem operasi mempunyai dua fungsi utama, yaitu :
1. Sebagai resource manager (pengelola seluruh 
       sumber daya)
2. Sebagai extended/virtual machine (sebagai 
       penyedia layanan)
  yaitu sistem operasi menyediakan sekumpulan layanan (system call) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan atau pemanfaatan sumber daya sistem komputer.
  Sistem Operasi
Fungsi sistem operasi sebagai resource manager
  Sistem operasi bertanggung jawab mengelola sumber-sumber daya sistem komputer.
Fungsi sistem operasi sebagai extended/virtual machine
  Sistem operasi dapat :
  1. Memberi abstraksi mesin tingkat tinggi yang lebih sederhana dan meyembunyikan kerumitan perangkat keras.
  2. Basis untuk program lain.
 Layanan-layanan pada sistem operasi
1. Pembuatan program
  2. Eksekusi program
  3. Pengaksesan perangkat masukan/keluaran
  4. Pengaksesan terkendali terhadap berkas
  5. Pengaksesan sistem
  6. Deteksi dan memberi tanggapan terhadap
        kesalahan
  7. Akunting
 Pembuatan program, yaitu sistem operasi menyediakan beragam fasilitas dan layanan untuk membantu pemrogram menulis program, biasanya berbentuk program utilitas. Program utilitas bukan bagian sistem operasi tapi dapat diakses lewat sistem operasi.
Eksekusi program, yaitu sejumlah tugas perlu dilakukan untuk mengeksekusi program. Instruksi-instruksi dan data harus dimuat ke memori utama, perangkat I/O dan berkas-berkas harus diinisialisasi, serta sumber daya harus disiapkan.
  Pengaksesan perangkat masukan/keluaran, yaitu tiap perangkat I/O memerlukan sejumlah instruksi atau sinyal kendali yang rumit agar perangkat dapat beroperasi. Sistem operasi harus mengambil alih rincian-rincian itu sehingga pemrogram dapat berpikir secara sederhana dalam memanfaatkan perangkat, misalnya dalam abstraksi sebagai membaca dan menulis berkas.
Pengaksesan terkendali terhadap berkas, yaitu sistem operasi menyediakan mekanisme proteksi untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas.
  Pengaksesan sistem, yaitu sistem operasi mengendalikan pengaksesan ke sumber daya sistem secara keseluruhan pada sistem publik atau dipakai bersama. Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sumber daya dan data dari pemakai tak diotorisasi serta harus menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber daya.
Deteksi dan memberi tanggapan terhadap kesalahan, yaitu sistem operasi harus memberi tanggapan yang menjelaskan kondisi kesalahan dengan dampak terkecil bagi aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan.
Akunting, yaitu sistem operasi mengumpulkan data statistik penggunaan sumber daya dan memonitor parameter kinerja seperti waktu tanggap. Pada suatu sistem, informasi ini berguna dalam mengantisipasi kebutuhan di masa datang dan dalam menyesuaikan sistem untuk meningkatkan kinerja.
  Sejarah Perkembangan sistem operasi
1.Generasi pertama (1945-1955)
  merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik, mengganti gagasan-gagasan mesin komputasi mekanis. Manusia memerlukan perangkat komputasi untuk memperluas kemampuannya.
Manusia mempunyai batasan komputasi, yaitu :
  a. Kecepatan penghitung manusia terbatas.
  b. Manusia sangat mudah membuat kesalahan.
Komputer mekanis mempunyai dua penyebab
kelemahan, yaitu :
  a. Kecepatan komputasi dibatasi inersia bagian-bagian yang bergerak.
  b. Transmisi informasi alat-alat mekanis tidak praktis, susah dipakai serta tak handal
  Sejarah Perkembangan sistem operasi
2.    Generasi kedua (1955-1965)
            Komputer masa ini menggunakan batch processing system, yaitu job dikumpulkan dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan.
                        pada generasi kedua, sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi tetapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada.

3.        Generasi ketiga (1965-1980)
            Dikembangkan sistem operasi untuk melayani banyak pemakai interakaktif sekaligus. Pemakai-pemakai interaktif berkomunikasi dengan komputer lewat terminal secara online. Sistem komputer dibagi menjadi :
            a. Multiuser, yaitu digunakan banyak orang sekaligus.
            b. Multiprogramming, yaitu melayani banyak program sekaligus
            Karena pemakai-pemakai berinteraksi dengan komputer, maka dikembangkanlah timesharing, yaitu varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satu terminal online dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian secara cepat. Pemakai-pemakai akan merasa dilayani terus-menerus, padahal sebenarnya digilir persatuan waktu yang singkat.
Karena sumber daya digunakan bersama sering menimbulkan bottleneck, maka dikembangkan spooling, yaitu membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsung diterima dan data disimpan lebih dulu di memori yang disediakan (berupa antrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
4.        Generasi keempat (1980-199x)
                        Pada generasi ini sistem operasi tidak lagi hanya untuk satu mode, tapi banyak mode, yaitu mendukung batch processing, timesharing dan real-time applications.
                        Generasi ini ditandai dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan komputer dekstop (komputer pribadi) dan teknologi jaringan.
            Sebagai resource manager, sistem operasi menyediakan rutin-rutin penanganan sumber daya komputer, rutin-rutin tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :
            1. Manajemen proses
            2. Manajemen memori
            3. Manajemen device
            4. Manajemen berkas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar